Tag Archives: masjid

Tragedi Mesir adalah Tragedi Kaum Muslimin, Saatnya Melenyapkan Dominasi Negara-Negara Kafir Penjajah atas Mereka

 

انّا للہ و انّا الیہ راجعون  Aksi bengis Militer Mesir selama delapan jam membantai pendukung Presiden Muhammad Mursi mengakibatkan jumlah tewas mencapai lebih dari 600 orang dan korban luka 5000 orang. Ikhwanul Muslimin (IM) menyatakan, korban yang meninggal dunia lebih dari itu, yakni 4500 orang. Jubir IM, El Haddad mengatakan, ribuan orang meninggal setelah pasukan keamanan Mesir memulai operasi pembersihan demonstran pro Presiden Muhammad Mursi yang telah berkemah di jalan-jalan Kairo sejak presiden Mesir Muhammad Mursi digulingkan oleh rezim militer bulan lalu. “Jumlah total korban yang meninggal mencapai lebih dari 4.500 sampai sekarang. Hingga saat ini masih dilakukan penghitungan & identifikasi terus menerus yang berlangsung di 3 masjid, 3 rumah sakit, dan 2 rumah jenazah,” kata Gehad El-Haddad Kamis (15/8), sekitar pukul 13.00 WIB melalui akun Twitter. Menurut El-Haddad pembantaian demonstran dilakukan militer Mesir tidak hanya dengan peluru. Aparat keamanan setempat juga membakar perkemahan-perkemahan para demostran sehingga tak sedikit mereka yang terbakar dan meninggal. Bahkan, Masjid Rabiah al-Adawiya, rumah Allah yang digunakan oleh para pendukung Mursi sebagai basis perjuangan mereka di Kairo timur telah dibakar oleh militer Mesir. Pembakaran terjadi ketika sedang pembantaian terhadap massa pro Mursi. Mushaf Al Qur’an yang ada dalam masjid pun tidak luput dari aksi pembakaran keji yang dilakukan oleh aparat keamanan Mesir.  Na’udzubillahi min dzalik!

Semua orang yang melihat & mendengar tahu pasti bahwa AS lah yang berada dibalik pembantaian ini. Ketika terjadi kudeta pada bulan Juli yang lalu, diumumkan adanya pertemuan presiden Amerika, Obama, dengan penasehat seniornya di Gedung Putih terkait apa yang terjadi di Mesir. Setelah itu Obama mengatakan: “Angkatan bersenjata Mesir harus bergerak cepat dan bertanggungjawab untuk mengembalikan kekuasaan secara penuh kepada pemerintahan sipil secepat mungkin” (Reuters, 3/7/2013). Obama tidak mengecam kudeta, bahkan ia tidak menyebutnya kudeta militer. Hal itu menunjukkan bahwa Amerika setuju terhadap kudeta dan pelengseran Mursi beserta pemerintahannya. Bahkan pemerintah Amerika secara gamblang mengatakan: “Mursi tidak mendengar suara-suara rakyat atau memenuhinya” (Reuters, 3/7/2013). Hal itu sama persis dengan yang dikatakan oleh panglima militer Mesir Fatah Al Sisi bahwa “Presiden Muhammad Mursi tidak memenuhi tuntutan rakyat”. Sudah diketahui bawa komando militer Mesir taat di tangan Amerika. Mayoritas bantuan Amerika yang mencapai sekitar 1,5 miliar dolar pertahun diberikan kepada militer. Maka, satu-satunya musuh bagi kaum muslimin adalah kafir penjajah yang saat ini masih d pimpin oleh adidaya AS. Realitas ini sudah sangat jelas bagaikan matahari disiang bolong.

Darah kaum muslimin yang tertumpah di mesir setetes pun tidak boleh diremehkan & disia-siakan. Bagi gerakan mana pun yang lahir dari rahim umat, sudah saatnya mendorong umat bergerak memberikan pukulan balik yang mematikan bagi penjajah kafir & setiap antek mereka semisal Fatah Al Sisi. Untuk melakukannya, Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Opini, Pemikiran

Waspada Gerakan NII? (bagian 1)

(Reportase pribadi ketika menghadiri talkshow seputar NII)

“Deert,deert….”getar handphone Nokia 1280 yang saya kantongi cukup menghangatkan suasana malam yang dingin. Selasa 3 Mei tepat pukul 23.28, saya menerima sms dari panitia talkshow Waspada Gerakan NII. “Maaf, Krn psrta yg tlh mdftr lbh dr kuota yg dsdiakn pntia. Dhrpkn kpd yg sdh mdftar u/ dtg seawal mgkn (mlai jm 12) untk mendapat t4.” Begitulah isinya. Malam itu, sebenarnya masih banyak hal yang perlu saya perbincangkan dengan teman-teman yang aktif di Studi Islam Teknik Computer (SITC). Namun, saya lebih memilih untuk istirahat lebih awal dan mempersiapkan fisik agar bisa hadir talkshow tepat waktu. Ketika teman-teman SITC berpamitan pulang ke kontrakannya, saya buru-buru mengiyakan dan mengantar mereka sampai ke pintu gerbang kontrakan saya. Tak lama kemudian suasana kontrakan menjadi hening. Saya dan sahabat saya, Bayu, bergegas menutup pagar dan mengunci pintu ruang tamu. Setelah memastikan semuanya telah berjalan sesuai SOP sekuritas kontrakan, saya melakukan segala persiapan pribadi sebelum tidur. Setelah segalanya siap, segera saya rebahkan tubuh saya di atas bed, berdoa, dan kemudian berjalan menjauhi alam sadar.

Belakangan ini, hampir setiap hari Surabaya selalu dilanda hujan lebat. Tak jarang disertai petir yang menggelegar dan angin kencang. Jalanan di Kota Pahlawan seringkali digenangi air. Di beberapa titik, air juga menggenangi jalan-jalan protokol. Salah satu yang cukup parah adalah banjir di ruas jalan protokol Mayjen Sungkono, beberapa meter dari Hotel Shangrila. Pada hari Senin, dalam perjalanan pulang dari rumah kawan saya di daerah Manukan, saya sempat terjebak kemacetan bersama pengendara yang lain di ruas jalan tersebut. Syukurlah saat itu hujan cepat reda sehingga dalam waktu 1 jam air sudah agak surut (“hanya” setinggi betis orang dewasa) dan ruas tersebut dapat saya lalui dengan “berlayar” bersama motor kawasaki saya. Namun pemandangannya sangat berbeda pada hari Rabu 4 Mei. Hari itu adalah hari yang sangat cerah bila dibandingkan hari-hari sebelumnya. Matahari bersinar gemilang dan panasnya dapat dirasakan oleh semua orang. Pagi itu, saya banyak menghabiskan waktu dengan melaksanakan rutinitas harian semisal menyiapkan sarapan. Sebelumnya saya sempatkan pula berolahraga dengan jalan-jalan pagi ke kampus bersama teman-teman kontrakan. Sambil berolahraga, sambil memasang poster iklan Basic Islamic Leadership Training di beberapa titik di kampus. Setelah kembali ke kontrakan, segera saya nyalakan laptop Dell Inspiron 1440 di atas meja belajar. Tak lupa saya koneksikan kabel DSL speedy ke laptop tersebut. Sebelum berangkat ke kampus, saya merasa perlu mencari informasi-informasi penting seputar topik talkshow yang akan saya ikuti pada siang hari. Saya berharap, saya dapat berpartisipasi aktif dalam talkshow tersebut dan talkshow tersebut akan menjadi sebuah talkshow yang menarik.

Pada pukul 12.00, setelah segala urusan saya di kampus beres, saya memacu motor saya menuju kampus B Unair melintasi Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Reportase, Share

“Tragedi” Jum’at

Jum’at, 14 November 2008. Sejak pagi, saya tidak beranjak sedikitpun dari kos saya, tepatnya di Gebang Kidul Puskesmas no. 14, Sukolilo, Surabaya. Kalaupun keluar dari kos paling hanya untuk mencari sesuap nasi (baca: sarapan) di warung HaLim yang terletak di ujung gang, di seberang jalan utama Gebang Putih. Bukan karena tidak ingin menghirup udara luar atau karena malas, keputusan saya untuk tidak keluyuran lebih karena kondisi kesehatan yang tidak mendukung. Yups, sejak kamis sore saya merasakan badan saya capek semua plus keluarnya ingus dari hidung saya. So disturbing, sangat mengganggu, pikir saya. Waktu sholat, terutama pas ruku’ atau sujud, ingus menetes-netes ke tempat sujud dan ke baju saya. Uff, disgusting, menjijikkan, gak usah terlalu detil ah ceritanya. Hmm, ini adalah flu fase awal! Walaupun bukan mahasiswa kedokteran gigi ataupun kedokteran hewan (gak nyambung!) saya langsung bisa menyimpulkan demikian. Yah, belajar dari pengalaman selama ini. Solusinya, yah banyak-banyak istirahat, banyak makan, plus minum obat, bukan diapet atau kalpanax tentunya. Untunglah si Bayu, teman saya satu kos punya cadangan obat flu dan dia mau memberi saya beberapa tablet. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada saya…gumam saya dalam hati.

Selama di dalam kamar kos-kosan saya hanya melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan. Baca tabloid, install dan uninstall aplikasi di PC saya, tidur-tiduran seperti kebanyakan orang sakit lainnya (kecuali sakit jiwa, malah hyperaktif dan banyak actionnya), baca buku dan ebook Java, coba-coba buat GUI (Graphical User Interface) di netbeans (nah, untuk yang satu ini bikin saya pusing, habisnya saya lupa di mana tempat untuk naruh codingnya!), dan seterusnya sampai baca buku Peraturan Hidup dalam Islam. Dan waktu pun cepat berlalu hingga tanpa sadar sudah jam 11.20, mendekati waktu dhuhur. Ingat, hari ini hari Jum’at, jadi harus berangkat Jum’atan ke masjid, gumam saya. Saya pun segera bersiap, ambil wudhu, pake peci, minyak wanginya…saya gak punya. Biasanya sih minta ke kamar-kamar sebelah, tapi hari itu temen satu kos lagi pada kuliah semua sehingga gak ada yang bisa dimintai minyak wangi. Ya udah deh, berangkat apa adanya, yang penting rapi dan suci dari hadats dan najis! Begitulah yang saya ketahui. Akhirnya siaplah saya untuk berangkat ke masjid Ibrahim, masjid terbesar dan terdekat dari kos saya, jaraknya sekitar 400 meteran dari kos. Ugh, pertama menginjakkan kaki di luar kos, panas begitu menyengat, matahari begitu terik. Belum apa-apa peluh keringat sudah bermancuran eh bercucuran di tubuh saya. Maklum, Surabaya, apalagi ini Surabaya Timur, dekat pesisir pantai. Wah, padahal saya harus jalan kaki untuk ke masjid tadi. Okelah, Bismillah, berangkat…

aya-sophia076Sesampainya di masjid saya mengambil selembar buletin Al-Islam di halaman masjid, menyapa seorang sahabat lama saya (entah namanya siapa saya sudah lupa) dan kemudian langsung masuk ke ruang utama masjid dan mengambil shaf ke 4 dari depan. Belum terlalu ramai, karena memang belum adzan. Yang saya ketahui, masjid ini mengikuti pendapat khalifah Umar RA yaitu mengumandangkan adzan dua kali saat sholat Jum’at. Adzan yang Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under Reportase, Share