Tag Archives: DBD

DHF Lagi?

demam nih

Kamis, 18 Maret 2010, pukul 08.30. Saya diantar oleh sahabat saya, Bayu, ke Rumah Sakit Haji Surabaya. Sebuah rumah sakit milik Pemprov Jatim yang jaraknya kurang lebih 1,5 km dari kampus saya, ITS Surabaya. Kedatangan saya ke rumah sakit pagi itu adalah untuk memeriksakan diri saya. Entah mengapa, sejak hari Senin, 15 Maret, saya terus menerus mengalami demam yang “aneh”. Bagaimana tidak aneh, demam yang saya derita hanya muncul pada waktu-waktu tertentu saja.Sesekali pada malam hari demam, eh pagi harinya sudah tidak demam. Sore hari demam, eh ba’da Isya’ sudah tidak demam lagi. Setiap kali demam tersebut muncul, saya merasa lemas dan lelah sehingga yang bisa saya lakukan hanyalah terbaring di tempat tidur. Namun ketika sudah tidak demam lagi, seolah-olah saya sehat kembali dan dapat melakukan berbagai aktifitas. Itulah yang juga membuat saya bingung pada hari Rabu, ketika kuliah saya sangat padat. Saya bingung harus masuk kuliah ataukah istirahat saja? sakit atau tidak ya? Pada akhirnya saya nekat berangkat kuliah juga. Saya sempat mengikuti perkuliahan dari pukul 11.00 hingga pukul 16.30. Setelah kuliah usai ternyata saya demam lagi dan hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur kos. Pada malam harinya, sekitar pukul 18.30 saya harus menjemput adik saya ke stasiun Gubeng dan mengantarkan ke kontrakannya di Sutorejo. Anehnya, seketika itu saya tidak demam dan tetap bisa mengendarai motor seperti biasa, seperti orang sehat. Beberapa jam hal tersebut berlanjut. Bahkan saya masih sempat menghadiri rapat selama 2 jam sejak pukul 20.00 hingga pukul 22.00. Nah, setelah rapat itulah saya kembali demam dan lemas sehingga saya memutuskan untuk periksa ke dokter di RS Haji esoknya.

Situasi RS Haji saat itu masih relatif sepi sehingga saya tidak perlu mengantre terlalu lama untuk mendaftarkan diri. Namun kebingungan kembali muncul ketika petugas resepsionis bertanya kepada saya tentang poli yang akan dituju. Saya terdiam sejenak dan berpikir, harus ke poli mana ya? Masalahnya RS Haji tidak memiliki poli umum. Setiap poli yang ada merupakan spesialis penyakit tertentu. Pada saat itu saya bahkan masih belum tahu penyakit apa yang saya derita. Akhirnya setelah menjelaskan beberapa gejala yang saya rasakan, petugas resepsionis menyarankan saya untuk ke poli THT. Yah, barangkali saya sakit radang tenggorokan atau infeksi saluran pernapasan sehingga demam, pikir saya saat itu. Saya dan Bayu bergegas ke poli THT di lantai 2 setelah mendapatkan nomor antrian dari resepsionis.

Setelah mengantre kurang lebih 45 menit, saya mendapat giliran untuk masuk ke ruang pemeriksaan. Di sana telah menanti seorang dokter spesialis dan 2 orang mahasiswa kedokteran yang magang. Saya tidak terlalu memperhatikan dari perguruan tinggi mana mahasiswa-mahasiswa tersebut. Saya hanya fokus untuk menjalani pemeriksaan oleh Dr. Meita, dokter spesialis yang namanya saya ketahui dari kertas resep yang beliau tulis. Ketika Dr. Meita bertanya tentang penyakit saya, saya Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under Share