Category Archives: Ilmiah

Pluralisme dan Penyesatan Opini

Sejak meninggalnya Gus Dur pada akhir Desember 2009, isu pluralisme kembali marak diperbincangkan. Sejumlah kalangan menganggap, meninggalnya Gus Dur merupakan momen untuk kembali menguatkan pluralisme di Indonesia. Bahkan dalam sebuah kesempatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjuluki Gus Dur sebagai ‘Bapak Pluralisme’ yang patut menjadi teladan bagi seluruh bangsa (Antara.co.id, 31/12/2009). Mantan ketua MPR Amien Rais pun menilai Gus Dur sebagai ikon pluralisme (Kompas.com, 2/1/2010). Kalangan liberal melalui salah seorang aktivisnya, Zuhairi Misrawi, menyatakan bahwa dalam rangka memberikan penghormatan terhadap Gus Dur sebagaimana yang dilakukan oleh Presiden SBY, akan sangat baik jika MUI mencabut kembali fatwa pengharaman terhadap pluralisme (Detik.com, 30/12/2009).

Di dunia akademis khususnya kampus, hingga tulisan ini dibuat, isu pluralisme masih mendapat tempat dalam berbagai forum. Di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya misalnya, pluralisme sempat dibahas dalam sebuah artikel berjudul “Isu Pluralisme, Pancasila Dipertaruhkan” dan diterbitkan dalam website resmi ITS, http://www.its.ac.id. Tulisan tersebut ditulis oleh Labib Fayumi, seorang jurnalis ITS Online yang kuliah di jurusan Teknik Informatika. Tulisan tersebut diawali dengan sebuah kutipan dari kitab Sutasoma yang salah satu isinya adalah konsep bhinneka tunggal ika. Menurut penulis, konsep pluralisme telah ada jauh sebelum pancasila lahir. Konsep tersebut telah diajarkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan harus dilestarikan. Dalam tulisannya, Labib kemudian memaparkan berbagai hal mengenai pluralisme. Dimulai dengan pemaparan bagaimana pluralisme telah menjadi latar belakang kelahiran Pancasila, dan ajakan untuk melestarikan pluralisme di Indonesia. Namun sayangnya tulisan tersebut sama sekali tidak menjernihkan pemikiran masyarakat. Bahkan pada akhirnya tulisan tersebut mengkaburkan pandangan kita tentang pluralisme itu sendiri.

Menjernihkan Bias Makna

Dalam tulisannya, Labib menyebutkan bahwa pluralisme telah ada jauh sebelum Pancasila lahir. Nenek moyang kita Baca lebih lanjut

Iklan

15 Komentar

Filed under Ilmiah, Opini, Pemikiran

FACEBOOK, Sebuah Perbincangan

Karya Ilmiah tentang Facebook, Jurnal tentang Facebooks …  itulah “wangsit” yang terus saya cari selama beberapa pekan ini. Saya ingin tahu, apakah di Indonesia sudah ada penelitian tentang Facebook.  Saya membutuhkan bahan untuk menyelesaikan karaya ilmiah saya yang berjudul “PEMANFAATAN FACEBOOK SEBAGAI PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERSPEKTIF PERADABAN ISLAM”. Karya ilmiah tersebut rencananya saya ikutkan dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa tahun ini. Setelah nyuwun pirso ke mbah Google dengan berbagai percobaan kata kunci, eh ternyata saya tidak menemukannya. Saya baru menemukan karya ilmiah atau jurnal tentang Facebook bukan dari “laman” Indonesia, namun dari belahan bumi lain. Kebanyakan berasal dari Amerika. Salah satunya yang langsung saya gunakan sebagai referensi adalah:

Ellison, Nicole, dkk. The Benefits of Facebook ‘‘Friends:’’ Social Capital and College Students’ Use of Online Social Network Sites. Department of Telecommunication, Information Studies, and Media, Michigan State University, Michigan: 2007

Ada beberapa jurnal yang lain yang isinya juga kurang lebih sama dengan jurnal diatas. Kok sama? Lha wong jurnal yang lain juga menjadikan jurnal tersebut sebagai referensinya. Tapi itu tidak akan terjadi pada karya ilmiah yang saya buat. Isi karya ilmiah saya jauh berbeda dengan jurnal-jurnal tersebut. Minimal, karya ilmiah saya pake bahasa Indonesia.hehehe.

Setelah bekerja bermalam-malam, bahkan H-1 sebelum pengumpulan saya nggak tidur untuk menyelesaikan karya ilmiah tersebut, akhirnya karya ilmiah saya selesai tepat waktu. Alhamdulillah…. Langsung saja hari Ahad sore (31 Mei 2009) saya kumpulkan ke Fresa, sahabat saya yang menjadi panitia seleksi tingkat ITS. Berikut cuplikan kata pengantar karya tulis saya:

“Facebook telah menjadi sebuah trend yang mencakup berbagai belahan dunia. Ratusan juta orang telah terdaftar menjadi anggota dari situs jejaring sosial tersebut. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah dan meluas penggunaannya di seluruh dunia.

Namun, muncul beberapa pertanyaan mengenai kebolehan umat Islam menggunakan dan memanfaatkan facebook. Sejumlah kontroversi pun bergulir disana sini. Penulis berharap agar karya tulis ini dapat membantu dan memberikan konsep praktis bagi semua kalangan tentang bagaimana pandangan Islam mengenai pemanfaatan dan penggunaan facebook sebagai suatu produk teknologi informasi agar mampu memberikan kemashlahatan, kejayaan, dan kemakmuran umat Islam sebagaimana yang terjadi pada masa kekhilafahan Islam.”

Ingin tahu lengkapnya? Silakan download disini

NB: Inilah posting pertama saya semenjak blog ini saya rekonstruksi. pembelaislam bangkit lagi! Allahu Akbar!

2 Komentar

Filed under Ilmiah, Pemikiran