KEPADA PENEGAK KEBENARAN, KEADILAN, DAN KEMAKMURAN

Aku tahu bahwa engkau Pahlawan
Kau kumandangkan suaramu ditengah medan pertentangan
Suaramu bergetar membelah angkasa
Dengan kata-kata kebenaran
Tapi gema suaramu disambar geledek kebathilan
Ditengah kegersangan angkasa yang tak berawan

Kutahu ketabahanmu
Menegakkan kebenaran adalah perjuanganmu
Menegakkan keadilan adalah tujuanmu
Menegakkan kemakmuran adalah cita-citamu
Itulah hidup bagimu.


Ditengah kehausan Ummat
Dikala semua pedoman tak ada lagi
Dikala bintang tak satu yang muncul
Dikala gelap gulita sedang mencengkeram
Kau curahkan air kelegaan
Kau tunjukkan mereka tempat lalu.

Biar terban tanah dapat berpijak
Biar patah dahan tempat bergantung
Biar bersilang tunjuk menghina
Namun yang benar kau sebut jua

Tahukah engkau wahai penegak kebenaran
Getaran dan gema suaramu telah menyelinap
Kedalam jiwa-jiwa generasi yang haus akan kebenaran
Gema dan nada suaramu yang penuh dengan butir-butir kebenaran
Menembus hati mereka
Perjuanganmu akan mereka teruskan
Cita-citamu akan mereka lanjutkan

Tahukah engkau wahai Pahlawan
Tunas-tunas muda yang sedang kuncup
Ingin mendapatkan siramanmu
Dengan embun kebenaran
Dari ujung lidahmu
Tempat persembunyian kalimat-kalimat yang berharga
Dari kandungan petunjuk Tuhanmu

Kami bangga melihat tindakan tegasmu wahai Pahlawan
Engkau buangkan rintangan yang menghambat cita-citamu
Engkau tinggalkan kursi dan meja yang akan merintangi engkau bergerak
Engkau nyahkan kesenangan dan bujukan
Engkau terjun ke dalam medan pergolakan
Itulah rupanya bahagia bagimu
Aku bangga melihatmu Pahlawan.

Almanar *
Jakarta

dikutip dari
”Pandji Masyarakat” No. 8
Tahun I tanggal 1 Oktober 1959
/28 Rabi’ul Awwal 1379

* ”Almanar” (nama yg disamarkan oleh penulis sajak) artinya sama dengan menara. Menara masjid tempat muadzin menyerukan adzan. Muadzin di zaman Rasulullah adalah Bilal. Dalam sajak ”Daftar”, Hamka dipanggil dengan sebutan Bilal oleh M. Natsir

* sajak ini adalah balasan dari Hamka untuk M. Natsir, Oktober 1959 (2 tahun setelah sidang Konstituante 1957 dimana Natsir berpidato tentang “Dasar Negara”)

*foto di atas adalah foto aksi Gema Pembebasan pada Harkitnas 2011 di depan Gedung DPR Jatim menyerukan kebangkitan Indonesia dengan Islam dan institusi Islam, Khilafah

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s