DBD, oh noo!

Alhamdulillah…Sungguh, itulah kata yang sangat tepat untuk mengawali tulisan saya kali ini. Inilah pertamakali-nya saya menerbitkan tulisan setelah sekian lama tidak menulis atau bahkan tidak menerbitkan tulisan atau artikel dalam blog saya. Yah, banyak sekali hambatan dan tantangan yang harus saya hadapi beberapa minggu belakangan ini. Salah satunya adalah penyakit demam berdarah yang menyerang tubuh saya sejak akhir bulan Maret kemarin. Singkat cerita (kalau sempat akan saya ceritakan di artikel lain:p), saya terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit selama hampir 9 hari. Setelah keluar dari rumah sakit, saya masih harus menjalani recovery di rumah saya, di Malang. Namun itu pun tidak bisa lama karena saya harus segera mempersiapkan diri untuk ujian tengah semester (duhh…). Praktis, saya hanya 2 hari saja recovery di rumah. Selanjutnya saya merawat dan merecovery diri sendiri di kos-kosan.

Terlepas dari segala kesulitan tersebut, saya tetep bersyukur karena beberapa hal. Yang pertama adalah karena kesembuhan saya. Terus terang, ketika masuk rumah sakit pertamakali trombosit saya sudah tinggal 42.000 padahal normalnya 150.000! Wah, bersyukur sekali saya tidak terlambat masuk rumah sakit. Telat dikit lagi, mungkin selamanya saya tidak lagi menerbitkan tulisan di blog ini… Hal kedua yang patut disyukuri adalah saya sembuh tepat waktu! Seandainya saya masih belum sembuh pada minggu-minggu awal april, maka bisa dipastikan, semester ini kondisi akademik saya bakalan terpuruk karena minggu-minggu tersebut adalah minggu-minggu ujian tengah semester genap. Benar-benar patut disyukuri karena saya tetap bisa berjuang saat UTS walaupun lumayan belepotan juga. Apa boleh buat, selama sakit hanya bisa tidur saja, gak bisa belajar plus ketinggalan materi kuliah jauuhh… (yups, harus ngejar neeh)

Banyak hikmah yang saya dapatkan selama saya sakit. Rupanya penyakit tersebut telah kembali mengingatkan saya bahwa nikmat kesehatan merupakan sebuah nikmat yang luar biasa. Kesehatan itu sangat mahal dan bisa dikatakan tidak bisa dinilai dengan uang. Untuk pengobatan, seseorang bisa menghabiskan ratusan juta bahkan milyaran. Contoh kecilnya adalah pak Jack, pasien yang sekamar dengan saya. Beliau terserang penyakit stroke sejak setengah tahun (bahkan lebih) yang lalu. Masya Allah, setengah tahun di rumah sakit? Saya tidak bisa membayangkan kalau hal tersebut menimpa saya. Ratusan juta sudah dikeluarkan keluarganya selama ini. Namun tentunya bukan hanya uang yang dipikirkan keluarganya, lebih dari itu tentu saja kebahagiaan pak Jack sendiri. Tanpa kesehatan, kita sudah tidak bisa beraktifitas dengan normal atau bahkan tidak bisa beraktifitas sama sekali.

Namun sayangnya seringkali orang lupa dengan nikmat kesehatan yang telah dikaruniakan oleh Allah Ta’ala. Bahkan tidak sedikit yang mendustakannya. Nikmat kesehatan yang telah Allah berikan sama sekali tidak disyukuri dengan melakukan amalan-amalan yang baik. Justru kesehatan tersebut dimanfaatkan untuk bermaksiat, menentang syariat Allah. Kesehatan tersebut digunakan untuk menentang agama Allah, menghalangi dakwah Islam, dan bahkan menjauhkan umat Islam dari kebangkitan. Cobalah kita cermati apa terjadi akhir-akhir ini, dimana segolongan orang membela mati-matian aliran sesat dan murtad Ahmadiyah dengan dalih HAM, demokrasi, kebebasan beragama bahkan pluralisme. Mereka terus menyuarakan ide-ide kufur nan absurd tersebut kepada masyarakat sembari memperolok, mencemooh, dan mendiskreditkan ulama-ulama yang lurus dari kalangan umat Islam. Rupanya mereka telah mengingkari suatu realitas bahwa mereka masih bisa berteriak, berjalan, dan berbicara karena Allah masih memberikan nikmat kesehatan pada alat-alat gerak mereka, organ-organ dalam tubuh mereka, dan juga organ-organ luar mereka. Mereka juga tidak sadar kalau makanan yang selama ini mereka makan, sehingga mereka bisa beraktifitas dan bergerak, juga adalah nikmat Allah SWT. Namun mereka justru menggunakan nikmat tersebut untuk mengingkari Allah dan Rasul-Nya! Naudzbubillah…

”Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar-Rahman: 10 -13)

Melihat realitas tersebut, layaklah kita renungkan, apa yang telah kita perbuat selama kita masih sehat. Termasuk orang yang seperti apa kita ini. Apakah kita sudah mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah dengan tetap taat dan tunduk penuh keikhlasan terhadap syariat-Nya? Bersyukur tentu saja juga dengan berjuang untuk menegakkan agama Allah dimuka bumi, mencurahkan tenaga, pikiran dan waktu kita untuk meraih kembali Izzatul Islam semata-mata demi keridhoan Allah SWT. Apakah kita sudah seperti itu? Ataukah kita memanfaatkan kesehatan kita hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat dan tujuan-tujuan dunia saja tanpa memikirkan atau mempedulikan permasalahan umat Islam yang semakin pelik dan rumit saat ini? Sungguh, Rasulullah telah mengingatkan kita dengan jelas dan tegas:

“Siapa saja yang bangun di pagi hari dan ia hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah; dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka(HR. Thabrani dari Abu Dzar al-Ghifari, Imam Al-Haitsami, majma’ Zawaid, jilid X, halaman 248)

Ok, sobat…Siapapun anda yang membaca tulisan ini, selama anda seorang muslim, saya mengajak anda untuk mensyukuri nikmat Allah dengan ikut bangkit memperjuangkan agama-Nya, Islam. Bagaimana caranya? Akan saya bahas pada tulisan saya yang lain!

“Action may not always bring happiness, but there is no happiness without action“

Allah helps only those who help themselves

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Opini, Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s