POWER AND TERROR (1)

(…LOADING…) Walah, saya lupa aturan bakunya bikin resensi. Underdevelopment deh! Saya inget-inget dulu… Tapi gak ada salahnya kalau saya kasih ’bocoran’ sedikit tentang hikayat (walah..) buku itu. Judulnya dah bener seperti yang saya tulis di atas. Buku itu merupakan kumpulan dari berbagai wawancara yang dilakukan oleh media massa maupun organisasi terhadap Noam Chomsky, seorang pakar languages and linguistics.

ourEnemyIni semua berawal dari tour saya ke beberapa toko buku di Surabaya bersama dua orang sahabat saya (kebalik sih redaksi kata-katanya, seharusnya dua sahabat saya bersama saya, soalnya saya yang diajak koq, hehehe…). Kami melakukan tour tersebut dengan satu tekad: menambah referensi kami untuk meningkatkan tsaqofah Islam dan memperluas cakrawala berpikir kami. Sebagai bagian dari umat Islam, kami harus terus meng-upgrade ability yang kami miliki, mengentalkan pemikiran dan ideologi Islam pada diri kami agar senantiasa menancap kuat dan kokoh hingga akhir hayat kami, demi mendapatkan keridhoan Al-Khaliq, Allah SWT. Berbagai pemikiran dan peradaban asing terus menggempur, menyerang bertubi-tubi umat Islam pada masa sekarang. Konsekuensi logisnya adalah meng-upgrade diri kita untuk membentengi umat dari kekufuran dan mengembalikan kemuliaan Islam. Itulah yang benar-benar kami sadari. Kami telah berjanji untuk menjadi penjaga Islam yang terpercaya… (serius nih!)

OK, lanjut lagi nih ceritanya, singkat kata, berangkatlah kami ke toko buku MI di daerah Klampis, Surabaya. Setelah memarkir sepeda motor dan menitipkan tas, kami langsung berpencar menuju rak-rak buku yang berbeda. Nah, saya pun langsung melihat-lihat dan mencuri-baca beberapa buku. Pada saat itu, muncullah ketertarikan saya terhadap suatu blok rak buku yang diatasnya tergantung sebuah tulisan: DISKON 40%. Ini dia yang dicari mahasiswa, buku-buku diskon. Hehehe, ngirit uang saku, pikir kami. Gak pake pikir panjang, langsung saja kami obok-obok rak buku yang ada disana untuk mencari buku yang menarik. ”Wow, terjemahan As-Siyasah Syar’iyah karya Taqiyuddin Ibnu Taimiyah! Wah, buku yang sebelahnya juga keren. Wiw, bagus juga yang ini…” Saya lah yang paling banyak nunjuk-nunjuk buku dan mengomentarinya walaupun gak ada niatan untuk beli, hehehe.

Eits, satu buku yang ini juga sangat menarik, Power And Terror. Pada awalnya yang membuat saya tertarik adalah pengarangnya, Noam Chomsky. Saya mengenal Chomsky sebagai pakar linguistics and languages seperti yang saya sebutkan di awal. Semester lalu saya mengambil mata kuliah Otomata dan saat itu mempelajari salah satunya tentang Chomsky Normal Form (bentuk normal Chomsky), yaitu sebuah tata bahasa yang diciptakan oleh Noam Chomsky. Yang membuat saya semakin interest, dalam Power And Terror, Chomsky menceritakan banyak fakta tentang terorisme dan penindasan yang ternyata dilakukan oleh USA sendiri terhadap beberapa bangsa di dunia sepanjang abad ini. Diluar dugaan saya, selain sebagai pakar linguist and language di MIT (Massachussets Institute of Technology), Chomsky ternyata juga seorang politikus yang cukup populer di negaranya. Segala ketertarikan itulah yang membuat saya betah dan berlama-lama mengamati buku tersebut.

Adzan Dhuhur berkumandang. Kami bertiga berinisiatif untuk pulang. Yah, walaupun saya tidak membeli satu buku pun (hehehe), minimal saya tahu buku mana yang perlu saya beli, salah satunya adalah Power And Terror, sehingga saya bisa menabung terlebih dahulu untuk membelinya lain waktu. Hiks, selamat tinggal toko buku, jangan jual buku itu pada orang lain (walah…mendramatisir)

Beberapa hari kemudian, sesuatu yang mengejutkan terjadi! Buku-buku yang saya inginkan tadi dibeli oleh orang lain. Padahal, seingat saya stoknya terbatas, maklum buku diskon. Tapi…alhamdulillah, yang membeli adalah sahabat saya sendiri, Bayu, dan dia bersedia meminjamkan seluruh buku tadi kepada saya. Hehehe, dapet deh! walaupun gak beli, pinjam pun jadi. Rupanya, selama di toko buku kemarin, dia terus memperhatikan ketika saya membolak-balik halaman buku-buku yang saya incar. Memang saat itu saya ekspresif dan look enthusiasm. Barangkali karena itulah dia tahu kalau saya benar-benar menginginkan buku-buku tadi tapi gak punya uang buat beli, hehehe. Yah, yang terpenting, sampai hari ini pun Power And Terror ada di tangan saya. Sudah hampir selesai saya baca. Dan sudah gatal rasanya untuk membuat resensinya. Ide membuat resensi muncul karena ada sahabat saya yang lain di kampus, Haikal, gak terlalu paham isi buku tersebut ketika saya pinjami. Mungkin gaya penulisan bukunya yang kurang familiar dengan kita. Makanya ingin saya buat resensinya dalam bahasa yang mudah dan bisa di pahami semua orang. Sayang lupa aturannya bikin resensi. Yah, tunggu saja lah pada tulisan selanjutnya, insya Allah!

Iklan

2 Komentar

Filed under Buku hari ini, Share

2 responses to “POWER AND TERROR (1)

  1. zay

    gw mau na baca isi judul na,bkn ttg lo na!!! nyesel gw bca blog lu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s